Erayasin’s Weblog

Tuhan,…………………

December 21, 2007 · Leave a Comment

Arah tak berujung

Arah tak berujung

Terduduk, menengadahkan kepala menyaksikan bintang yang mengintip dari dedaunan cemara, tanganku menyedekap lututku yang dibaluti celana jeans, lama, dan melela lagi kenangan. Kenangan akan hari – hari kedekatanku dengan agama, ritual – ritualnya, dan Tuhan. Dan setelah itu…setelah itu, rentangan kenangan itu terganti oleh gelombang derita dan gelap yang saling menyalip dan kini menyapuku ke tengah pusaran tragedy.
Ya, aku memang kecewa pada Tuhan, dengan agama, dengan semua konsep cinta, lelaki, terutama orang – orang yang bersembunyi dibalik sucinya firman-firman tapi sebetulnya tidak lebih baik dari susilaku sendiri. Aku sangat kecewa dengan semua itu. Dan aku merasa bahwa semua itu telah menghancurkanku. Aku merasa telah tertolak oleh-Nya. Aku merasa ia menghinaku.
Tuhan, kadang Kau seperti kedua mata membelah tiang mencabik-cabikku. Namun kini kau berdiri di sebuah sudut memandangiku dengan senyuman terindah.
Kubisikan kepada hatiku :
Hati, kuingin kau seluas kehidupan ini, sekelam jurang, dan secerah matahari. Berasamamu kan kulanjutkan tragedy sang iblis dengan sekeping hati khidir. Bersamamu kan kutelusuri lorong terkelam, kan kuselami semua benteng-benteng larangan sampai pada ranah keterasingan.”
Telah kujadikan kau cinta sejatiku, tapi kenapa semua perasaan ini kau peras dan patahkan sendiri. Oh Tuhan. Aku ingin mencintai-Mu dengan kesungguhanku, dan aku telah coba itu, tapi gagal. Sampai…sampai harus kukatakan dengan berat hati: Aku tak punya alasan untuk mengabdi padaMu. Maaf.
Aku tak sanggup lagi hadapi larangan-larangan yang sudah kau pancangkan dalam hukum social masyarakatku. Salahkah aku bila kuleburkan diriku dalam dunia Pelacuran yang hitam, yang kelam. Aku tak punya lagi tujuan hidup yang kau tatakan. Aku hanya butuh candu untuk bisa bertahan hidup, dan canduku adalah disana : kekelaman.

“Bring me to life, save me from the darkness”

Oh Tuhan, izinkan aku mencintai Mu dengan cara yang lain, menerima kehidupan dengan sepenuh kejujuran. Seperti gemericik air dipematang sawah, seperti cicit cicit cericit burung bercendai diselimuti induknya karena alam telah mengajariku untuk menerima setiap lembaran kasih-Mu.
Dan hari ini aku akan turun kembali menemui hidup, aku sang nabi kejahatan, akan menemui kehidupan bumi yang makin lama makin gelap. Nantikan aku manusia –manusia! Nantikan aku dalam pelukanmu.

→ Leave a CommentCategories: Uncategorized

Hello world!

November 30, 2007 · 1 Comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

→ 1 CommentCategories: Uncategorized